Rekayasa Perangkat Lunak

Sebuah Jawaban Atas “Misteri Proyek Rekayasa Perangkat Lunak”

Whew, sudah lima bulan saya tidak menulis di blog ini. Harap maklum, saya baru hijrah ke ibukota untuk bekerja di sebuah perusahaan konsultansi TI. Saya harus mengubah kebiasaan dari semi-pengangguran ke pekerja. Dari yang biasanya “everyday is Sunday, every night is Saturday night” menjadi “berangkat pagi, pulang malam” . Alhasil, saya hanya [...]

Framework membodohi programmer?

Itulah kenapa aku males pake framework, membodohi programmer.

Saya kurang setuju dengan istilah “membodohi”. Saya pikir akan lebih tepat kalau dikatakan bahwa penggunaan framework bisa membuat programmer malas. Kemalasan untuk belajar lebih lanjut itulah yang mengakibatkan kebodohan (Rudy telah membahas mengenai hal ini dengan analogi memasak mie goreng :-D ).

Antara Bor dan Lubang

Seorang teman diskusi saya, Lutfi Zuchri, yang sering “menjerumuskan” saya dalam beberapa proyek situs web/sistem informasi (he3x..), pernah berbagi “kebijaksanaan” mengenai dunia software engineering (rekayasa perangkat lunak). Lutpenk, begitu saya biasa memanggilnya, “bersabda” (entah dia kopi paste dari mana ):
“Apa yang sebenarnya dibutuhkan orang adalah ‘lubang’ sementara kita terlalu membanggakan ‘bor’.”
Katanya soal rekayasa [...]