Kalau saya menyebut A Song of Ice and Fire (ASOIAF) mungkin banyak yang tidak tahu. ASOIAF adalah serial novel fantasi karya George R. R. Martin. Kebanyakan orang lebih mengenal adaptasinya di layar kaca: Game of Thrones (GoT).

Awalnya saya menonton GoT atas rekomendasi Cius, lalu baca novelnya pun gara-gara dia juga. Tadinya agak skeptis karena penulisannya menggunakan banyak point of view (POV) character, tapi lama-lama mulai menikmati membaca bukunya.

Sudah pasti, versi buku jauh lebih detail daripada versi layar kacanya. Menurut saya, GoT adalah adaptasi yang bagus dan banyak karakter yang diperankan dengan baik seperti Ned Stark, Tyrion, Tywin, dsb. Namun, tetap saja sebagai pembaca bukunya saya merasa bahwa banyak hal menarik yang hilang di GoT. Hal ini tentu saja karena keterbatasan dari media layar kaca. Sebagian hal menarik itu adalah intrik politik di Seven Kingdoms dan strategi peperangan dalam Perang Lima Raja (War of The Five Kings). Selain itu, saya yakin banyaknya karakter di GoT (meskipun karakter asli di ASOIAF sudah banyak dikurangi) membuat bingung para penontonnya.

Meskipun teman-teman saya banyak yang mengikuti GoT, cuma sedikit yang membaca ASOIAF. Selain Cius mungkin cuma teman-teman developer di Wego Singapura dulu yang juga membaca bukunya. Jadi susah kalau mau ngobrol soal GoT, selain banyak detail yang hilang tadi, teman-teman juga takut dikasih bocorannya :p . Alhasil, saya merasa lebih baik menulis soal bagaimana jalannya cerita di buku, dibandingkan dengan versi singkatnya di GoT. Jadi para penonton GoT bisa mengetahui bagaimana cerita aslinya tanpa harus membaca bukunya yang tebal itu :D

Saya mulai kisahnya dengan latar belakang Perang Lima Raja, salah satu konflik utama di ASOIAF.

Westeros adalah nama benua yang menjadi wilayah Seven Kingdoms. Nama Seven Kingdoms sebenarnya merujuk pada masa sebelum Aegon Conquest, yaitu penaklukan kerajaan-kerajaan di Westeros oleh Aegon Targaryen. Pada masa itu terdapat 7 kerajaan independen di Westeros. Namun, dinasti Targaryen mampu menyatukan 7 kerajaan tersebut dan membaginya membagi 9 wilayah:

  1. Crownlands
  2. Wilayah yang secara langsung diperintah oleh Iron Throne (singgasana Raja Seven Kingdoms), ibukotanya adalah King’s Landing. Awalnya House Targaryen-lah yang menjadi penguasa Seven Kingdoms. Namun, setelah Pemberontakan Robert (Robert’s Rebellion) yang berkuasa adalah Robert dari House Baratheon.

  3. The North
  4. Daerah kekuasaan House Stark. Kastil utamanya adalah Winterfell. Bangsawan yang berada di bawahnya antara lain House Umber, House Karstark, dan House Bolton. Eddard Stark alias Ned dibesarkan bersama dengan Robert Baratheon di Vale oleh Jon Arryn. Adalah hal lazim di Westeros untuk “menitipkan” anak untuk dibesarkan di keluarga lain. Istilahnya “foster”, saya tidak tahu apa padananannya dalam Bahasa Indonesia.

  5. Riverlands
  6. Daerah kekuasaan House Tully. Kastil utamanya adalah Riverrun. Bangsawan yang berada di bawahnya antara lain House Frey, House Blackwood, dan House Brecken. Hoster Tully adalah ayah dari Catelyn (istri Ned Stark), Lysa (istri Jon Arryn), dan Edmure (pewaris Hoster). Adik Hoster adalah Brynden “The Blackfish”, seorang ksatria ternama yang memiliki banyak pengalaman dalam perang.

  7. Vale
  8. Daerah kekuasaan House Arryn. Kastil utamanya adalah Eyre. Bangsawan yang berada di bawahnya antara lain House Royce, House Baelish, dan House Corbray. Jon Arryn adalah Hand of The King setelah Pemberontakan Robert. Dia menikah dengan Lysa Tully dan dikaruniai anak bernama Robert Arryn.

  9. Westerlands
  10. Daerah kekuasaan House Lannister. Kastil utamanya adalah Casterly Rock. Bangsawan yang berada di bawahnya antara lain House Clegane, House Swyft, dan House Westerling. Tywin Lannister adalah ayah dari Cersei (permaisuri Robert Baratheon), Jaime (Kingsguard, pengawal raja), dan Tyrion.

  11. Stormlands
  12. Daerah kekuasaan House Baratheon. Kastil utamanya adalah Storm’s End. Bangsawan yang berada di bawahnya antara lain House Dondarrion, House Selmy, dan House Tarth. Setelah memenangkan pemberontakan, Raja Robert menunjuk adiknya yang paling muda, Renly Baratheon, sebagai Lord of Storm’s End.

  13. The Reach
  14. Daerah kekuasaan House Tyrell. Kastil utamanya adalah Highgarden. Bangsawan yang berada di bawahnya antara lain House Tarly, House Florent, dan House Redwyne. Mace Tyrell adalah ayah dari Willas, Garlan, Loras (Knight of Flowers), dan Margaery.

  15. Dorne
  16. Daerah kekuasaan House Martell. Kastil utamanya adalah Highgarden. Bangsawan yang berada di bawahnya antara lain House Yronwood, House Dayne, dan House Santagar. Doran Martell adalah kakak dari Oberyn (Red Viper) dan Elia (istri Rhaeghar Targaryen).

  17. Iron Islands
  18. Daerah kekuasaan House Greyjoy. Kastil utamanya adalah Pyke. Bangsawan yang berada di bawahnya antara lain House Harlaw, House Blacktyde, dan House Botley. Balon Greyjoy adalah ayah dari Rodrik, Maron, Asha (di GoT namanya diubah menjadi Yara), dan Theon. Balon sempat melakukan pemberontakan pada masa Raja Robert, namun berhasil dikalahkan dan kembali tunduk kepada Raja Robert. Rodrik dan Maron tewas dalam Pemberontakan Greyjoy. Untuk menjamin kesetiaan House Greyjoy, Theon dibawa ke Winterfell dan diasuh (fostered) oleh Ned Stark.

Selain itu terdapat Dragonstone, sebuah pulau di sebelah timur King’s Landing yang pada masa dinasti Targaryen diperuntukkan untuk pewaris tahta. Raja Robert menunjuk adiknya Stannis untuk menjadi Lord of Dragonstone.

Pemicu utama Perang Lima Raja adalah hubungan incest antara Cersei Lannister, permaisuri Robert, dengan saudara kembarnya, Jaime Lannister (anggota Kingsguard, ksatria elit pengawal raja). Stannis Baratheon, yang pada saat itu duduk di Small Council (penasehat raja) sebagai Master of Ships, mulai mencurigainya karena melihat anak-anak Cersei tidak memiliki kemiripan dengan Robert dan keturunan keluarga Baratheon pada umumnya. Raja Robert memiliki banyak anak di luar hubungan resmi (istilahnya bastard), kesemuanya memiliki ciri-ciri fisik seperti Baratheon. Meskipun kakak-adik, hubungan antara Robert dan Stannis tidak begitu dekat. Karena tidak ingin dianggap berambisi menjadi raja (jika Robert tidak memiliki anak dengan Cersei, maka Stannis adalah pewaris tahta yang sah), Stannis memaparkan kecurigaan itu pada Jon Arryn, Hand of The King dan orang yang dekat dengan Raja Robert. Keduanya menyelidiki para bastard Robert dan Jon Arryn pun meminjam buku yang berisi silsilah keluarga-keluarga di Seven Kingdoms beserta ciri-ciri fisiknya milik Grand Maester Pycelle (juga anggota Small Council). Jon Arryn pun menjadi yakin bahwa anak-anak Cersei: Joffrey, Myrcella, dan Tommen adalah hasil hubungan dengan Jaime, bukan Robert.

Jon Arryn meninggal sebelum dapat memberitahu Raja Robert. Meskipun pembaca ASOIAF dan penonton GoT banyak yang menduga bahwa Cersei yang meracuni Jon Arryn, nantinya akan terungkap bahwa pelaku sebenarnya adalah istri Jon sendiri, Lysa, atas instruksi dari Petyr Baelish, salah satu anggota Small Council.

Setelah kematian Jon Arryn, Raja Robert mengunjungi Winterfell untuk mengangkat sahabatnya, Eddard Stark, menjadi Hand of The King. Stannis Baratheon kembali ke Dragonstone untuk menyusun kekuatan dan menentukan langkah selanjutnya. Lysa Arryn kabur bersama anak dan para pengikutnya ke Eyrie.

Petyr Baelish, Master of Coin pada Small Council, dengan motif yang masih belum diketahui, diam-diam berusaha mengadu domba antara House Stark dengan House Lannister. Dia menyuruh Lysa, yang mencintai Petyr, untuk mengirim surat ke kakaknya, Catelyn, yang menyatakan bahwa Jon Arryn dibunuh oleh Ratu Cersei. Selain itu, ketika Ned Stark telah berada di King’s Landing, Petyr Baelish alias Littlefinger membantu Ned Stark dalam menyelidiki kematian Jon Arryn. Littlefinger menyatakan bahwa pisau yang dibawa oleh orang yang berusaha membunuh Bran Stark (anak Ned dan Catelyn) adalah milik Tyrion Lannister. Nantinya akan terungkap bahwa sebenarnya pisau itu adalah milik Raja Robert, Joffrey Baratheon-lah yang menyuruh orang untuk membunuh Bran. Motif Joffrey sederhana, Raja Robert yang sedang mabuk mengatakan bahwa akan lebih baik jika Bran mati daripada hidup cacat. Joffrey yang berjiwa kejam pun diam-diam mengutus seseorang untuk membunuh Bran.

Catelyn Stark, ketika pulang dari kunjungan diam-diamnya ke King’s Landing, secara tidak sengaja bertemu dengan Tyrion Lannister di sebuah penginapan di Riverlands. Dengan bantuan beberapa ksatria Riverlands dan sellsword (tentara bayaran) yang kebetulan berada di penginapan, Catelyn menangkap Tyrion. Untuk mengecoh House Lannister, Catelyn membawa Tyrion ke Eyrie (tempat adiknya Lysa) alih-alih ke Riverrun atau Winterfell.

Tywin Lannister, meskipun tidak begitu menyayangi Tyrion, menganggap bahwa penculikan anaknya yang kerdil (maaf kalau padanan kata dwarf kurang tepat) itu adalah penghinaan bagi House Lannister. Dia mengumpulkan pasukan di Casterly Rock dan mengutus Gregor Clegane beserta anak buahnya untuk menyerang beberapa daerah di Riverlands (kampung halaman Catelyn). Tujuan Tywin adalah, selain memberikan peringatan bagi Catelyn, dia juga ingin memancing Hand of The King (Ned Stark) untuk membawa pasukan ke Riverlands. Nantinya pasukan Tywin akan menjebak dan menyergap Ned Stark. Rencana Tywin tanpa sengaja digagalkan oleh anaknya sendiri, Jaime Lannister. Begitu mendengar bahwa adiknya diculik Catelyn, Jaime menyerang dan melukai Ned Stark, lalu kabur ke Casterly Rock. Karena kakinya terluka, Ned Stark tidak dapat memimpin pasukan ke Riverlands sehingga dia mengutus Lord Beric Dondarrion untuk menangkap Gregor Clegane. Pasukan Dondarrion-lah yang nantinya akan terkena jebakan Lord Tywin.

Ned Stark akhirnya berhasil mengetahui mengenai hubungan incest antara Cersei dengan Jaime dan bahwa Robert tidak memiliki anak dari Cersei. Karena tidak ingin Robert membunuh anak-anak Cersei, Ned secara rahasia menemui Sang Ratu dan menyuruhnya kabur sebelum Ned menceritakan rahasianya pada Robert. Alih-alih kabur, Cersei merancang agar Robert mati dengan menginstruksikan sepupunya, Lancel Lannister, yang juga adalah squire Sang Raja, untuk memberikan anggur yang keras pada Robert ketika berburu. Robert pun akhirnya dilukai parah oleh seekor babi hutan dan kemudian dirawat di istana.

Ketika sekarat, Robert menunjuk Ned sebagai Protector of The Realm, penguasa sementara hingga Joffrey dewasa. Renly Baratheon menawarkan bantuan pada Ned Stark dan mengusulkan agar mereka menawan anak-anak Cersei, terutama Joffrey, karena “Protector or no, the man who holds the king holds the kingdom.”. Ned menolak karena tidak ingin menodai saat-saat terakhir Robert dengan menumpahkan darah di istana dan menawan anak-anak kecil. Ned lebih memilih untuk meminta bantuan Petyr Baelish, karena sebagai Master of Coin dialah yang membayar City Watch of King’s Landing. City Watch merupakan “polisi” di dunia ASOIAF, dengan jumlah personil 2.000 orang di King’s Landing. Petyr awalnya menyarankan Ned untuk mengakui Joffrey sebagai raja yang sah, namun karena Ned menolak akhirnya dia menyanggupi permintaan bantuan Ned.

Ketika Robert meninggal, Renly Baratheon kabur bersama Loras Tyrell dan beberapa orang pasukan mereka ke Highgarden, tempat asal Loras Tyrell. Ned Stark akhirnya dikhianati oleh Petyr Baelish dan dijeblokan ke penjara bawah tanah. Robb Stark, putra tertua dan pewaris Ned, tidak tinggal diam dan mengumpulkan pasukan di Winterfell.

Sampai titik ini, kondisi politik di Seven Kingdoms adalah sebagai berikut:

  • Raja Joffrey Baratheon di King’s Landing
  • Dia didukung oleh House Lannister dan bangsawan di bawahnya. Tentara Lannister sendiri dibagi menjadi 2, yang satu berkekuatan 20.000 personil dipimpin oleh Tywin Lannister dan yang lain berkekuatan 15.000 personil dipimpin oleh Jaime Lannister.

  • Robb Stark di Winterfell
  • Mengumpulkan pasukan dan siap bergerak ke selatan menuju Riverlands dan King’s Landing untuk membebaskan Ned Stark. Pasukan Robb Stark terdiri dari pasukan para bangsawan di bawah House Stark dan pasukan Winterfell sendiri.

  • Lord Stannis Baratheon di Dragonstone
  • Masih menyusun kekuatan di Dragonstone. Kekuatan awal Stannis terdiri dari para bangsawan di bawah kekuasaan Dragonstone, armada bajak laut Sallador Saan, dan pendeta Melissandre of Asshai.

  • Lord Renly Baratheon di Highgarden
  • Kabur dari King’s Landing ke Highgarden, menyusun kekuatan di sana. Nantinya Renly akan mendeklarasikan diri menjadi Raja. Selain didukung oleh para bangsawan Stormlands, Renly juga mendapatkan dukungan dari para bangsawan Reach dengan menikahi Margaery Tyrell.

Ceritanya akan saya lanjutkan di tulisan selanjutnya, kalau saya kurang kerjaan lagi :p

No related posts.