senja_solo_pse_yk_price_history_regular_days

Dalam 3 bulan terakhir ini, saya mengerjakan sebuah proyek iseng: mengumpulkan data pergerakan harga tiket kereta (kereta jarak jauh, bukan KRL atau kereta lokal). Kenapa kereta? Alasannya sederhana, saya merupakan pengguna setia angkutan umum tersebut :D . Jika saya mudik dari Jakarta ke kampung halaman di Yogyakarta, saya lebih memilih naik kereta dibanding bus atau pesawat.

Pengumpulan Data

Informasi harga dan ketersediaan tiket kereta dapat diperoleh di situs reservasi tiket PT KAI. Untuk mengumpulkan data, saya membuat sebuah perangkat lunak yang dapat secara otomatis melakukan pencarian dan mengekstrak informasi tiket dari situs tersebut. Perangkat lunak semacam ini lazim dikenal dengan istilah web scraper. Informasi tiket yang diekstrak kemudian disimpan ke basisdata.

Saya membatasi pengumpulan data hanya untuk 4 rute: Gambir-Yogyakarta, Pasar Senen-Yogyakarta, Yogyakarta-Gambir, dan Yogyakarta-Pasar Senen (sesuai dengan rute mudik saya :-p ) . Untuk setiap rute, saya melakukan pencarian tiket untuk semua tanggal keberangkatan yang telah tersedia. Saat ini, pemesanan tiket kereta bisa dilakukan mulai dari H-90 sebelum tanggal keberangkatan. Pencarian dilakukan setiap 3 jam sekali. Hal ini berarti web scraper akan melakukan pencarian sebanyak 8 kali per hari. Pengumpulan data saya lakukan sejak 1 November 2013 pukul 19:00 sampai dengan 16 Desember 2013 pukul 16:00 (sekitar 45 hari).

Tujuan

Ada beberapa hal yang ingin saya ketahui dari data pergerakan harga tiket kereta tersebut. Pertama, bagaimanakah pola pergerakan harga tiket kereta? Apakah perubahan harga sering terjadi? Apakah harga cenderung naik atau turun? Apakah perubahan harga terjadi secara bertahap atau drastis?

Kedua, harga tiket berapakah yang dapat dikatakan murah? Tentu saja murah atau tidaknya harga tiket juga tergantung pada tanggal keberangkatan. Harga tiket menjelang liburan umumnya lebih mahal dibanding harga tiket pada hari biasa. Saya mengelompokkan hari keberangkatan ke dalam 4 kelompok:

  1. Hari Kerja Sebelum Liburan

    Untuk akhir pekan biasa berarti hari Jumat. Untuk akhir pekan panjang berarti H-1 sebelum liburan.

  2. Hari Libur Terakhir

    Untuk akhir pekan biasa berarti hari Minggu. Untuk akhir pekan panjang berarti hari libur terakhir.

  3. Hari Libur

    Untuk akhir pekan biasa berarti hari Sabtu. Untuk akhir pekan panjang berarti hari libur selain yang terakhir.

  4. Hari Kerja

    Selain yang termasuk kategori di atas.

Ketiga, kapankah waktu terbaik untuk membeli tiket? Yang dimaksud waktu terbaik di sini adalah waktu di mana tiket masih tersedia dan paling dekat dengan tanggal keberangkatan. Harga pada waktu tersebut juga paling murah.

Jujur saja, saya tidak melakukan analisis yang canggih menggunakan teknik data mining atau sejenisnya karena kurangnya ilmu saya di bidang tersebut. Dulu saya mendapatkan nilai E untuk mata kuliah Data Mining, jadi mohon dimaklumi :-p . Mungkin ada pembaca yang memiliki pengetahuan di bidang data mining, jika Anda berminat melakukan analisis terhadap data tiket kereta yang telah saya kumpulkan, silakan saja kontak saya. Saya akan dengan senang hati memberikannya (gratis, tidak perlu bayar atau pun sedekah :-p ).

Data yang Diperoleh

Terdapat 6 kereta yang melayani rute Gambir-Yogyakarta dan sebaliknya. Daftarnya bisa dilihat pada tabel 1. Umumnya setiap kereta hanya memiliki 1 kelas gerbong, di mana untuk keenam kereta pada tabel 1 semuanya adalah kelas eksekutif. Sebenarnya ada juga kereta yang memiliki lebih dari 1 kelas gerbong seperti Argo Parahyangan (rute Gambir-Bandung). Kereta tersebut memiliki gerbong eksekutif dan bisnis. Untuk rute Pasar Senen-Yogyakarta dan sebaliknya, ada 5 kereta yang tersedia (lihat tabel 2).

GMR-YK, YK-GMR
Nama Kereta Kelas Gerbong
Argo Dwipangga Eksekutif
Argo Lawu Eksekutif
Bima Eksekutif
Gajayana Eksekutif
Taksaka Malam Eksekutif
Taksaka Pagi Eksekutif
PSE-YK, YK-PSE
Nama Kereta Kelas Gerbong
Bogowonto Ekonomi
Gajahwong Ekonomi
Fajar Utama Yogya Bisnis
Senja Utama Solo Bisnis
Senja Utama Yogya Bisnis

Dalam tulisan ini saya hanya akan membahas mengenai pergerakan harga tiket Senja Utama Solo jurusan Pasar Senen-Yogyakarta. Lagi-lagi ini karena alasan pribadi: kereta Senja Utama Solo adalah kereta favorit saya untuk pulang kampung :-p . Waktu keberangkatan kereta ini dari Stasiun Pasar Senen adalah pukul 21:15, sehingga tidak terlalu mepet untuk karyawan yang sering pulang malam seperti saya :-p . Mungkin di tulisan berikutnya saya akan membahas pergerakan harga tiket Senja Utama Solo jurusan Yogyakarta-Pasar Senen.

Di tulisan ini saya menyajikan data tiket kereta dalam 2 jenis grafik: 1.) grafik pergerakan harga tiket dan 2.) grafik ketersediaan tiket. Keduanya dibaca dari kanan ke kiri, dengan sumbu horizontal merupakan jumlah jam sebelum keberangkatan kereta. Warna garis menunjukkan tanggal keberangkatan kereta. Untuk grafik pergerakan harga tiket, sumbu vertikal merupakan harga tiket. Harga tiket yang saya tampilkan adalah harga tiket termurah yang tersedia pada saat itu. Hal ini karena dalam satu kereta dan kelas gerbong yang sama bisa terdapat beberapa sub-kelas dengan harga yang berbeda-beda. Untuk grafik ketersediaan tiket, sumbu vertikal menunjukkan jumlah tiket yang masih tersedia.


Grafik 1: Pergerakan Harga Tiket Senja Utama Solo PSE-YK untuk Keberangkatan Pada Hari Kerja


Grafik 2: Pergerakan Harga Tiket Senja Utama Solo PSE-YK untuk Keberangkatan Pada Hari Kerja Sebelum Liburan


Grafik 3: Pergerakan Harga Tiket Senja Utama Solo PSE-YK untuk Keberangkatan Pada Hari Libur Terakhir


Grafik 4: Pergerakan Harga Tiket Senja Utama Solo PSE-YK untuk Keberangkatan Pada Hari Libur


Grafik 5: Ketersediaan Tiket Senja Utama Solo PSE-YK untuk Keberangkatan Pada Hari Kerja


Grafik 6: Ketersediaan Tiket Senja Utama Solo PSE-YK untuk Keberangkatan Pada Hari Kerja Sebelum Liburan


Grafik 7: Ketersediaan Tiket Senja Utama Solo PSE-YK untuk Keberangkatan Pada Hari Libur Terakhir


Grafik 8: Ketersediaan Tiket Senja Utama Solo PSE-YK untuk Keberangkatan Pada Hari Libur

Pengamatan Terhadap Data

Pola pergerakan harga tiket. Pada umumnya, terdapat 3 jenis pola pergerakan harga tiket:

  1. Cenderung tetap (tanpa perubahan), namun ketika mendekati tanggal keberangkatan harga cenderung naik secara bertahap dengan 3-4 level harga.
  2. Cenderung naik secara bertahap dengan beberapa level harga (2, 3, atau 4 level). Hal ini umumnya terjadi untuk keberangkatan pada hari sebelum liburan.
  3. Cenderung tetap, namun sempat turun atau naik sebentar, lalu naik lagi ke harga semula. Hal ini umumnya terjadi untuk keberangkatan pada hari sebelum liburan panjang atau saat liburan panjang. Saya menduga penurunan harga tiket yang sebentar terjadi karena ada calon penumpang yang membatalkan tiket atau mengganti jadwal keberangkatannya, sementara tiket tersebut untuk sub-kelas yang lebih rendah.

Berikut adalah pengamatan saya berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan lain mengenai pola perubahan harga tiket:

  • Secara umum, perubahan harga tiket tidak terlalu sering terjadi, meskipun ada beberapa kasus pengecualian di mana perubahan sering terjadi.
  • Harga tiket cenderung naik, dengan 2 macam pola kenaikan: 1.) kenaikan terjadi secara bertahap selama 2 atau 3 kali menjelang tanggal keberangkatan dan 2.) kenaikan terjadi secara bertahap sejak awal tiket dijual hingga tanggal keberangkatan. Kenaikan bisa terjadi sebanyak 1-3 kali (2-4 level harga)
  • Kadang harga turun atau naik sebentar selama beberapa saat, lalu naik lagi ke harga semula. Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, saya menduga penurunan harga tiket tersebut terjadi karena ada calon penumpang yang membatalkan tiket atau mengganti jadwal keberangkatannya, sementara tiket tersebut untuk sub-kelas yang lebih rendah.
  • Untuk kenaikan harga tiket pada hari-hari menjelang tanggal keberangkatan, nilai kenaikan umumnnya sebesar 10.000 dolar, meskipun untuk keberangkatan pada hari libur terakhir antara 20.000 atau 15.000 rupiah.
  • Untuk kenaikan harga tiket secara bertahap sejak awal dijual hingga tanggal keberangkatan, nilai kenaikan bervariasi antara 10.000, 15.000 dan 20.000 rupiah. Khusus untuk tiket dengan keberangkatan sebelum atau pada saat liburan panjang nilai kenaikan umumnya sebesar 25.000 rupiah.
  • Penurunan harga tiket bervariasi antara 10.000, 15.000, 25.000, 30.000, 35.000, dan 50.000.
  • Kenaikan dan penurunan harga tiket sebesar 25.000 dan 50.000 umumnya terjadi untuk tanggal keberangkatan sebelum atau pada saat liburan panjang.

Berapakah harga tiket yang dapat dikatakan murah? Berikut adalah hasil pengamatan saya terhadap rentang harga tiket:

  1. Keberangkatan pada hari kerja, ada 3 kelompok harga:

    • 140.000 – 150.000 – 160.000 – 170.000 rupiah
    • 160.000 – 220.000 rupiah
    • 225.000 – 275.000 rupiah
  2. Keberangkatan pada hari kerja sebelum liburan, ada 3 kelompok harga:

    • 165.000 – 185.000 – 200.000 rupiah
    • 185.000 – 220.000 rupiah
    • 225.000 – 250.000 – 275.000 rupiah
  3. Keberangkatan pada hari libur terakhir, ada 3 kelompok harga:

    • 165.000 – 185.000 – 200.000 rupiah
    • 185.000 – 210.000 rupiah
    • 225.000 – 250.000 – 275.000 rupiah
  4. Keberangkatan pada hari libur, ada 3 kelompok harga:

    • 140.000 – 150.000 – 160.000 – 170.000 rupiah
    • 160.000 – 220.000 rupiah
    • 225.000 – 250.000 – 275.000 rupiah

Beberapa kesimpulan saya berdasarkan pengamatan terhadap rentang harga tiket:

  • Harga cukup stabil pada 275.000 rupiah untuk tanggal keberangkatan 20-29 Desember 2013. Harga yang tinggi ini kemungkinan besar berkaitan dengan libur Natal. Selain itu, harga 275.000 rupiah juga diberikan untuk tanggal keberangkatan 3 Januari 2014.
  • Rentang harga 225.000 – 275.000 rupiah nampaknya ditentukan untuk tanggal-tanggal liburan panjang seperti Natal.
  • Untuk tanggal keberangkatan pada hari kerja, umumnya harga tiket (dengan mengabaikan tanggal-tanggal khusus seperti 20-29 Desember 2013) berkisar antara 140.000 – 220.000 rupiah. Jika kita ambil harga di bawah titik tengah sebagai harga yang murah maka harga murah adalah yang di bawah 180.000 rupiah.
  • Untuk tanggal keberangkatan pada hari kerja sebelum liburan, umumnya harga tiket (dengan mengabaikan tanggal-tanggal khusus seperti 20-29 Desember 2013) berkisar antara 165.000 – 220.000 rupiah. Jika kita ambil harga di bawah titik tengah sebagai harga yang murah maka harga murah adalah yang di bawah 192.500 rupiah.
  • Untuk tanggal keberangkatan pada hari libur terakhir, umumnya harga tiket (dengan mengabaikan tanggal-tanggal khusus seperti 20-29 Desember 2013) berkisar antara 165.000 – 210.000 rupiah. Jika kita ambil harga di bawah titik tengah sebagai harga yang murah maka harga murah adalah yang di bawah 187.500 rupiah.
  • Untuk tanggal keberangkatan pada hari libur, umumnya harga tiket (dengan mengabaikan tanggal-tanggal khusus seperti 20-29 Desember 2013) berkisar antara 140.000 – 220.000 rupiah. Jika kita ambil harga di bawah titik tengah sebagai harga yang murah maka harga murah adalah yang di bawah 180.000 rupiah.
  • Ada beberapa tiket dengan rentang harga yang tidak umum seperti tiket untuk tanggal keberangkatan 4 November 2013 (165.000 – 200.000 – 235.000) dan 5 November 2013 (165.000 – 185.000 – 235.000).

Kapankah waktu terbaik untuk membeli tiket? Pertama-tama saya jabarkan dulu pengamatan saya terhadap grafik 5-8:

  • Ada pola umum yang berlaku untuk tiket dengan tanggal keberangkatan kereta pada hari kerja, hari libur, dan hari libur terakhir. Umumnya tiket masih banyak tersedia hingga seminggu sebelum keberangkatan (lebih dari 350 tiket). Setelah itu tiket mulai banyak yang terjual hingga tanggal keberangkatan.
  • Khusus untuk tiket dengan tanggal keberangkatan pada hari kerja sebelum liburan, umumnya tiket tersebut sudah habis 3-4 minggu sebelum tanggal keberangkatan. Untuk keberangkatan pada hari kerja sebelum liburan panjang, tiket habis jauh lebih cepat. Contohnya pada kereta dengan keberangkatan tanggal 30 Januari 2014, di mana hari itu merupakan hari Kamis dan besoknya adalah Hari Raya Imlek, tiketnya sudah habis pada tanggal 16 November 2013 (H-75 keberangkatan atau 15 hari setelah tiket mulai dijual).

Beberapa hal yang saya simpulkan dari pengamatan terhadap pola pergerakan harga tiket dan ketersediaan tiket untuk menjawab pertanyaan kapankah waktu terbaik untuk membeli tiket:

  • Saya menduga bahwa pergerakan kenaikan harga tiket lebih banyak diakibatkan oleh habisnya tiket untuk sub-kelas terendah saat itu, sehingga harga tiket naik sesuai harga sub-kelas di atasnya.
  • Dengan dugaan tersebut, pola pergerakan harga tiket untuk hari selain hari kerja sebelum liburan bisa dijelaskan sebagai berikut. Harga cenderung tetap sejak awal hingga seminggu sebelum keberangkatan lalu mulai naik secara bertahap dengan 3-4 level harga sampai tanggal keberangkatan. Hal ini karena tiket dengan sub-klas terendah masih banyak tersedia hingga H-7 keberangatan. Lalu tiket mulai banyak terjual setelahnya dengan jumlah level harga sesuai banyaknya sub-kelas yang tersedia untuk tiket tersebut.
  • Pola pergerakan harga tiket untuk hari kerja sebelum liburan bisa dijelaskan sebagai berikut. Harga naik secara bertahap sejak awal tiket dijual hingga tiket terjual habis (umumnya habis 3-4 minggu sebelum keberangkatan). Kenaikan harga terjadi lebih cepat pada tiket ini karena tiket terjual lebih cepat dibanding hari lain (sub-kelas terendah lebih cepat habis).
  • Perubahan (naik atau turun) harga tiket yang hanya sebentar lalu kembali lagi ke titik sebelumnya kemungkinan besar diakibatkan oleh adanya penumpang yang membatalkan atau mengubah jadwal tiket, di mana tiket tersebut merupakan tiket dengan sub-kelas yang lebih rendah dibanding tiket yang masih tersedia sebelum pembatalan/pengubahan jadwal.
  • Waktu terbaik untuk membeli tiket dengan keberangkatan pada hari selain hari kerja sebelum liburan adalah seminggu sebelum keberangkatan.
  • Untuk keberangkatan pada hari kerja sebelum liburan panjang, tiket sudah habis sejak H-75. Karena harga dari H-90 hingga H-75 tidak berubah (sejak awal sudah dipatok tinggi oleh PT KAI) maka tidak ada pilihan lain selain membeli antara H-90 sampai H-75 (it’s obvious :p ).
  • Saya tidak menemukan pola yang umum kapan harga tiket untuk keberangkatan pada hari kerja sebelum liburan (selain liburan panjang) mulai naik. Oleh karena itu saya tidak dapat menyimpulkan kapan waktu terbaik untuk membeli tiket pada hari-hari tersebut.

Penutup

Saya tidak menjamin bahwa kesimpulan dan dugaan yang saya jabarkan di atas akurat, use it at your own risk . Rentang waktu pengumpulan data yang saya lakukan memang kurang lama, idealnya minimal dilakukan selama 90 hari sesuai dengan mulai dijualnya suatu tiket kereta. Dengan demikian, kita akan lebih mendapat gambaran mengenai pergerakan harga tiket karena ada tiket yang diamati harganya sejak dia mulai dijual hingga tanggal keberangkatan.

Sebagai tambahan informasi, ada makalah terkait karya Oren Etzioni dkk. yang cukup menarik: To Buy or Not to Buy: Mining Airfare Data to Minimize Ticket Purchase Price, SIGKDD 2003. Ya, itu tahun 2003, saya sudah ketinggalan 10 tahun :-p . Dalam makalah tersebut Etzioni dkk. memaparkan metode mereka untuk membantu konsumen dalam membeli harga tiket pesawat. Hamlet, demikian nama metode yang mereka buat, mampu memprediksi apakah harga tiket akan naik atau turun. Jika harga diprediksi akan turun maka Hamlet akan merekomendasikan konsumen untuk menunda pembelian hingga harga tiket benar-benar turun. Sebaliknya, jika harga diprediksi akan naik maka konsumen disarankan untuk melakukan pembelian untuk menghindari kenaikan harga.

Etzioni telah mengaplikasikan metode mereka dengan mendirikan perusahaan bernama Farecast. Pada tahun 2008, Microsoft membeli perusahaan tersebut dengan perkiraan harga sekitar 75 – 115 juta dolar AS dan mengubah merk-nya menjadi Bing Travel. Jadi, mungkin ada yang berminat untuk melakukan hal yang sama untuk data penerbangan di Indonesia? :-p

No related posts.