Beberapa waktu lalu saya sempat bingung dalam memilih lisensi open source untuk SDE. Saya masih awam mengenai permasalahan copyright (hak cipta) dan lisensi. Akhirnya terpaksalah saya googling untuk mencari referensi mengenai hak cipta dan lisensi. Tulisan ini merupakan hasil pemahaman saya terhadap referensi yang telah saya baca (kebanyakan berasal dari Wikipedia).

Apa itu Hak Cipta?

Hak eksklusif yang dimiliki oleh seorang pencipta suatu karya asli. Hak tersebut umumnya berupa:

  • hak untuk menyalin atau membuat ulang karya asli tersebut dan menjualnya
  • hak untuk membuat karya turunan
  • hak untuk memberikan atau menjual hak cipta tersebut kepada pihak lain

Yang dimaksud dengan hak eksklusif adalah bahwa hanya pemilik hak cipta yang dapat dengan bebas menjalankan hak-haknya dan orang lain dilarang melakukannya tanpa izin dari pemilik hak cipta. Meskipun demikian hak cipta untuk suatu karya memiliki batas waktu hingga akhirnya menjadi milik umum (public domain).

Apa itu lisensi?

Lisensi merupakan izin yang diberikan oleh pemilik hak cipta kepada pihak lain untuk menggunakan atau membuat karya turunan dari karya aslinya.

Selain hak cipta ada pula yang namanya hak paten. Perbedaan antara hak cipta dengan hak paten adalah hak cipta menyangkut suatu karya (perangkat lunak, musik, dsb.), sementara hak paten berkaitan dengan ide, spesifikasi, atau metodologi.

Lisensi Perangkat Lunak Open Source

Lisensi perangkat lunak open source terbagi menjadi 2 jenis: copyleft licenses dan permissive license. Copyleft license merupakan lisensi yang mensyaratkan agar karya turunan dari perangkat lunak harus didistribusikan beserta kode sumbernya dan menggunakan lisensi dengan batasan sama dengan lisensi karya asalnya. Permissive license tidak menentukan persyaratan tersebut.

Setelah membaca-baca, saya akhirnya memilih untuk mendistribusikan SDE menggunakan lisensi MIT. Lisensi tersebut memberikan hak kepada untuk menggunakan, menyalin, memodifikasi, menggabungkan dengan karya lain, mendistribusikan, melisensikan ulang, dan menjual salinan perangkat lunak hanya dengan syarat pemberitahuan hak cipta dicantumkan dalam distribusinya. Dengan demikian saya berharap banyak orang yang bisa memperoleh manfaat dari SDE.

Related posts:

  1. Belajar Rekayasa Perangkat Lunak – Bagian II
  2. Belajar Rekayasa Perangkat Lunak – Bagian I
  3. Tantangan Dalam Membangun Perangkat Lunak untuk Domain Bisnis
  4. Sebuah Jawaban Atas “Misteri Proyek Rekayasa Perangkat Lunak”
  5. Structured Data Extractor – Implementasi Metode Data Extraction based on Partial Tree Alignment (DEPTA)