Setelah hijrah ke Jakarta saya jadi jarang membaca koran. Sebenarnya kos-kosan tempat saya tinggal berlangganan Kompas, namun kesibukan sehari-hari ( weks :-D ) menghalangi saya untuk membacanya secara rutin. Padahal dulu saya sering mendapatkan banyak wawasan dan inspirasi dari artikel-artikel yang saya baca di koran. Di rumah saya di Sleman, Bapak rutin membeli (bukan berlangganan) Koran Tempo setiap hari. Khusus hari Minggu, Bapak juga membeli Kompas.

Karena haus akan berita-berita bermutu, jika senggang di kantor saya menyempatkan diri untuk membuka media daring (online) seperti Kompas.Com dan Detik. Saya juga sering mengklik tetaut link di bagian bawah kotak chat Yahoo Messenger karena judul-judulnya acapkali membuat penasaran. Artikel yang dirujuk oleh Yahoo Messenger tersebut umumnya merujuk pada artikel dari Kompas, Vivanews, dan Okezone.

Jika dibandingkan dengan media cetak, saya kok merasa bahwa kualitas kebanyakan berita dan artikel-artikel lain di situs-situs berita daring tersebut masih di bawah konten media cetak. Topik-topik artikel di situs berita daring umumnya merupakan topik yang sedang hangat dibicarakan khayalak seperti politik dalam negeri dan gosip selebritis. Artikel-artikel dengan topik seks juga tampil secara mencolok di situs-situs tersebut.

Hal ini tentu saja berbeda dengan berita dan artikel yang biasa saya baca di Koran Tempo atau Kompas (versi cetak). Di kedua media cetak tersebut seringkali terdapat berita-berita yang mungkin tidak begitu nge-trend (dibanding berita politik dan gosip selebritis), namun penting dan bermanfaat untuk diketahui. Topik yang disajikan pun umumnya lebih mendalam dibanding artikel di media daring yang umumnya pendek-pendek.

Jadi, adakah yang punya solusi untuk masalah ini? :-D

No related posts.