Ada beberapa cara, kebanyakan di antaranya adalah:

  1. Pengunjung mengetahui alamat halaman web tersebut (URI) dan membukanya melalui web browser

    Alamat tersebut bisa saja didapatkan pengunjung dari temannya atau dia hapal alamatnya. Hanya situs web yang benar-benar populer yang akan dihapal oleh pengguna Internet. Siapa yang tidak hapal alamat situs Google, Yahoo, dan Facebook?

  2. Melalui link yang ada pada halaman yang sedang dibuka.

    Cofounder Google, Larry Page, membuat algoritma PageRank yang digunakan pada Google untuk menentukan peringkat suatu halaman web dalam hasil pencarian. Jika banyak halaman web yang merujuk pada suatu halaman web tertentu, terlebih lagi jika link tersebut dirujuk oleh situs web yang kredibel (biasanya situs dengan domain *.edu, *.gov, *.mil), maka halaman web yang dirujuk akan memiliki peringkat yang tinggi dan akan tampil dalam urutan tinggi pada hasil pencarian.

    Ide mengenai PageRank berdasarkan pengamatan mengenai perilaku orang saat menjelajahi web, di mana mereka akan mengakses suatu situs yang telah mereka ketahui (atau hapal) alamatnya (biasanya situs yang benar-benar populer atau yang penting), lalu menelusuri link-link yang ada secara acak sesuai dengan minat masing-masing pengguna. Tentu saja suatu halaman web yang banyak dirujuk oleh halaman web yang lain terutama oleh situs web populer/penting maka peluang orang menemukan halaman web tersebut akan semakin besar. Melihat dua cara paling umum suatu halaman web diakses yang saya sebutkan, ide Larry Page mengenai algoritma PageRank benar-benar sederhana tapi cemerlang bukan?

  3. Melalui hasil pencarian mesin pencari

    Jika kita menyebutkan mengenai mesin pencari maka hampir pasti yang dimaksud adalah Google :-D . Anda memasukkan satu atau lebih dari kunci pada mesin pencari, lalu mesin pencari akan mencari halaman web yang sesuai dengan kata kunci yang dimasukkan dari jutaan halaman web yang tersimpan dan terindeks oleh mesin pencari tersebut. Dengan begitu dominannya Google sebagai mesin pencari di dunia web maka jika situs Anda tidak terindeks olehnya atau dengan berbagai macam sebab situs web Anda tidak muncul pada urutan yang tinggi pada hasil pencarian, situs Anda bukan merupakan situs yang diingat oleh kebanyakan orang, dan tidak ada halaman web lain yang merujuk pada situs Anda maka hampir bisa dikatakan bahwa situs web Anda tak terjangkau di Internet.

  4. Melalui situs social bookmarking/tagging

    Cara keempat ini mungkin kurang populer bagi kebanyakan pengguna Internet, terlebih lagi di Indonesia. Social bookmarking adalah aktivitas di mana pengguna menyimpan link yang ingin mereka ingat atau bagi dengan pengguna layanan social bookmarking yang lain. Selain disimpan, biasanya link tersebut juga akan dilabeli (tagging) dengan kata-kata kunci yang sesuai dengan isi halaman tersebut. Dengan dikumpulkannya link-link yang disimpan, dibagi, dan dilabeli oleh pengguna layanan social bookmarking dari seluruh dunia, maka pengguna dapat menemukan halaman-halaman web yang paling populer (ditinjau dari banyaknya pengguna yang mem-bookmark halaman tersebut) pada label kata kunci tertentu. Selain itu situs layanan social bookmarking juga dapat memberikan saran mengenai halaman web apa saja yang kira-kira menarik bagi pengguna berdasarkan halaman-halaman web yang telah dia bookmark dan pola halaman-halaman web yang di-bookmark oleh pengguna lain yang memiliki minat yang mirip.

Related posts:

  1. Pelajaran dari Kisah Sukses Google
  2. Apa Itu Web Mining?